Indonesia merupakan negara yang kaya akan rempah-rempah. Banyak jenis rempah-rempah yang hanya dapat ditemukan di Indonesia, seperti cengkeh, pala, dan kayu manis, jahe, kunyit, kopi dan beragam lainnya. Oleh karena itu, Indonesia menjadi salah satu produsen rempah-rempah terbesar di dunia.
Di Indonesia, ada beberapa daerah yang terkenal sebagai penghasil rempah-rempah terbaik. Berikut ini adalah daftar daerah terbaik penghasil rempah-rempah di Indonesia:
- Maluku
Maluku terkenal dengan cengkehnya yang berkualitas tinggi. Cengkeh Maluku memiliki aroma yang khas dan menjadi komoditas yang sangat bernilai. Selain cengkeh, Maluku juga terkenal dengan produksi pala, kayu manis, dan lada. Hal ini membuat Maluku menjadi salah satu daerah penghasil rempah-rempah terbesar di Indonesia.
- Aceh
Aceh merupakan daerah penghasil lada terbaik di Indonesia. Lada Aceh memiliki kualitas yang sangat baik dan dikenal dengan rasa yang kuat dan pedas. Selain lada, Aceh juga menghasilkan rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan pala.
- Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah terkenal sebagai penghasil pala terbaik di Indonesia. Pala Sulawesi Tengah memiliki kualitas yang sangat baik dan menjadi komoditas yang sangat bernilai. Selain pala, Sulawesi Tengah juga menghasilkan rempah-rempah seperti kayu manis, lada, dan cengkeh.
- Jawa Timur
Jawa Timur terkenal sebagai penghasil lada hitam terbaik di Indonesia. Lada hitam Jawa Timur memiliki rasa yang kuat dan menjadi komoditas yang sangat bernilai. Selain lada hitam, Jawa Timur juga menghasilkan rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan pala.
- Bengkulu
Bengkulu terkenal sebagai penghasil lada putih terbaik di Indonesia. Lada putih Bengkulu memiliki rasa yang khas dan menjadi komoditas yang sangat bernilai. Selain lada putih, Bengkulu juga menghasilkan rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan pala.
- Sumatera Barat
Daerah penghasil kayu manis terbesar di Indonesia adalah Sumatera Barat. Daerah ini menjadi potensi pertumbuhan perkebunan kayu manis yang cukup tinggi karena termasuk dalam provinsi yang penanaman kayu manis terbesar dengan andil sekitar 80 persen dibanding provinsi lain.
- Jawa Timur
Jawa Timur menjadi daerah penghasil jahe terbesar di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi jahe di Jawa Timur mencapai 45,09 ribu ton pada 2020. Posisinya disusul Jawa Barat dengan produksi jahe sebesar 34,9 ribu ton. Setelahnya ada Jawa Tengah dengan produksi jahe mencapai 31,6 ribu ton.
- Jawa Tengah
Jawa Tengah menjadi daerah penghasil bawang putih terbesar, dengan produksi 21.293 ton atau 71% dari total produks.
Potensi Ekspor Rempah-Rempahan Indonesia
Melihat manfaat dan peranannya yang begitu penting, maka tidak khayal jika rempah-rempah termasuk komoditas ekspor yang begitu diharapkan di negara lain. Seperti Negara Eropa. Karena iklim negara mereka yang dingin, menyebabkan mereka mengkonsumsi rempah-rempah sebagai minuman untuk menghangatkan tubuh.
Jika dilihat potensi rempah-rempah dari masa lalu maupun sekarang, rempah menjadi komoditas utama yang sangat penting karena mampu mempengaruhi kondisi sosial, budaya, politik, bahkan ekonomi secara global. Hingga saat ini, Indonesia masih menjadi salah satu negara pemasok minyak atsiri terbesar di dunia. Dan tidak itu saja. Banyak komunitas yang mengolah rempah-rempah menjadi sebuah makanan yang unik, lezat, gurih dan cukup populer di kalangan masyarakat.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat tingginya permintaan rempah periode Januari-April 2020 sebesar USD 218 juta atau meningkat 19,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hal itu disampaikan Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kemendag, Olvy Andrianita. Selain itu ia juga mengatakan komoditas rempah unggulan ekspor Januari-April 2020 itu cengkeh, pala, kembang pala, kayu manis, kayu manis dan bunga lainnya, kapulaga, bubuk kembang pala, kunyit, dan bubuk pala.
Sedangkan ekspor rempah pada 2019 didominasi oleh Lada. Biji lada USD 141,84 juta (22,04 persen), biji cengkeh USD 107,11 juta (16,65 persen), Kayu manis USD 78,23 juta (12,16 persen), biji vanilla USD 67,02 juta (10,42 persen), dan Pala USD 64,92 juta (10,09 persen).
Data statistik mencatat permintaan itu akan semakin meningkat, dilihat dari potensi ekspor rempah-rempah yang begitu diminati di kalangan masyarakat, Eropa dan negara lainnya.
Mereka berlomba-lomba mengelola rempah-rempah menjadi sebuah pendapatan dari sumber daya alam, dengan pengolahannya yang begitu beragam dan bermanfaat. Tentunya diminati di kalangan khalayak luas.

