spicesend1

Penghasil Rempah-Rempah Terbesar di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang kaya akan rempah-rempah. Banyak jenis rempah-rempah yang hanya dapat ditemukan di Indonesia, seperti cengkeh, pala, dan kayu manis, jahe, kunyit, kopi  dan beragam lainnya. Oleh karena itu, Indonesia menjadi salah satu produsen rempah-rempah terbesar di dunia.

Di Indonesia, ada beberapa daerah yang terkenal sebagai penghasil rempah-rempah terbaik. Berikut ini adalah daftar daerah terbaik penghasil rempah-rempah di Indonesia:

  1. Maluku

Maluku terkenal dengan cengkehnya yang berkualitas tinggi. Cengkeh Maluku memiliki aroma yang khas dan menjadi komoditas yang sangat bernilai. Selain cengkeh, Maluku juga terkenal dengan produksi pala, kayu manis, dan lada. Hal ini membuat Maluku menjadi salah satu daerah penghasil rempah-rempah terbesar di Indonesia.

  1. Aceh

Aceh merupakan daerah penghasil lada terbaik di Indonesia. Lada Aceh memiliki kualitas yang sangat baik dan dikenal dengan rasa yang kuat dan pedas. Selain lada, Aceh juga menghasilkan rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan pala.

  1. Sulawesi Tengah

Sulawesi Tengah terkenal sebagai penghasil pala terbaik di Indonesia. Pala Sulawesi Tengah memiliki kualitas yang sangat baik dan menjadi komoditas yang sangat bernilai. Selain pala, Sulawesi Tengah juga menghasilkan rempah-rempah seperti kayu manis, lada, dan cengkeh.

  1. Jawa Timur

Jawa Timur terkenal sebagai penghasil lada hitam terbaik di Indonesia. Lada hitam Jawa Timur memiliki rasa yang kuat dan menjadi komoditas yang sangat bernilai. Selain lada hitam, Jawa Timur juga menghasilkan rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan pala.

  1. Bengkulu

Bengkulu terkenal sebagai penghasil lada putih terbaik di Indonesia. Lada putih Bengkulu memiliki rasa yang khas dan menjadi komoditas yang sangat bernilai. Selain lada putih, Bengkulu juga menghasilkan rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan pala.

  1. Sumatera Barat

Daerah penghasil kayu manis terbesar di Indonesia adalah Sumatera Barat. Daerah ini menjadi potensi pertumbuhan perkebunan kayu manis yang cukup tinggi karena termasuk dalam provinsi yang penanaman kayu manis terbesar dengan andil sekitar 80 persen dibanding provinsi lain.

  1. Jawa Timur

Jawa Timur menjadi daerah penghasil jahe terbesar di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi jahe di Jawa Timur mencapai 45,09 ribu ton pada 2020. Posisinya disusul Jawa Barat dengan produksi jahe sebesar 34,9 ribu ton. Setelahnya ada Jawa Tengah dengan produksi jahe mencapai 31,6 ribu ton.

  1. Jawa Tengah

Jawa Tengah menjadi daerah penghasil bawang putih terbesar, dengan produksi 21.293 ton atau 71% dari total produks.

Potensi Ekspor Rempah-Rempahan Indonesia

Melihat manfaat dan peranannya yang begitu penting, maka tidak khayal jika rempah-rempah termasuk komoditas ekspor yang begitu diharapkan di negara lain. Seperti Negara Eropa. Karena iklim negara mereka yang dingin, menyebabkan mereka mengkonsumsi rempah-rempah sebagai minuman untuk menghangatkan tubuh.

Jika dilihat potensi rempah-rempah dari masa lalu maupun sekarang, rempah menjadi komoditas utama yang sangat penting karena mampu mempengaruhi kondisi sosial, budaya, politik, bahkan ekonomi secara global. Hingga saat ini, Indonesia masih menjadi salah satu negara pemasok minyak atsiri terbesar di dunia. Dan tidak itu saja. Banyak komunitas yang mengolah rempah-rempah menjadi sebuah makanan yang unik, lezat, gurih dan cukup populer di kalangan masyarakat.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat tingginya permintaan rempah periode Januari-April 2020 sebesar USD 218 juta atau meningkat 19,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kemendag, Olvy Andrianita. Selain itu ia juga mengatakan komoditas rempah unggulan ekspor Januari-April 2020 itu cengkeh, pala, kembang pala, kayu manis, kayu manis dan bunga lainnya, kapulaga, bubuk kembang pala, kunyit, dan bubuk pala.

Sedangkan ekspor rempah pada 2019 didominasi oleh Lada. Biji lada USD 141,84 juta (22,04 persen), biji cengkeh USD 107,11 juta (16,65 persen), Kayu manis USD 78,23 juta (12,16 persen), biji vanilla USD 67,02 juta (10,42 persen), dan Pala USD 64,92 juta (10,09 persen).

Data statistik mencatat permintaan itu akan semakin meningkat, dilihat dari potensi ekspor rempah-rempah yang begitu diminati di kalangan masyarakat, Eropa dan negara lainnya.

Mereka berlomba-lomba mengelola rempah-rempah menjadi sebuah pendapatan dari sumber daya alam, dengan pengolahannya yang begitu beragam dan bermanfaat. Tentunya diminati di kalangan khalayak luas.

spices2

Asal Muasal Rempah-Rempah

Beberapa sumber banyak membahas tentang asal muasal rempah-rempah, yang mana awal mula rempah-rempah telah dikenal di Eropa sekitar 70 SM dan digunakan sebagai obat serta penyedap makanan. Maluku yang saat itu tidak diketahui menjadi sumber utama rempah-rempah dunia, dari Selat Malaka rempah-rempah dibawa oleh pedagang Arab dan Gujarat ke India serta China melalui Jalur Sutra.

Penjelajahan rempah-rempah Eropa tahun pertama kali dipelopori oleh Christopher Columbus, tetapi hanya Vasco da Gama Portugis, yang berhasil menjadi pelaut, yang mencatat tinta emas pada abad ke-15. Rute bahan rempah ini melewati berbagai belahan dunia dan pelabuhan, terutama Asia, Afrika dan Eropa.

Indonesia termasuk salah satu negara penghasil rempah-rempah terbesar di dunia. Karena rempah-rempah itu pula lah Indonesia pernah dijajah negara lain.  Rempah-rempah biasanya dibedakan dengan tanaman lain yang digunakan untuk tujuan yang mirip, seperti tanaman obat, sayuran beraroma, dan buah kering.

Rempah-rempah merupakan barang dagangan paling berharga pada zaman prakolonial. Banyak rempah-rempah dulunya digunakan dalam pengobatan. Sehingga banyak pihak yang ingin menguasai rempah-rempah di Indonesia kala dulu. Dan Awal mula Jalur rempah muncul dari adanya kegiatan perdagangan antara masyarakat dunia dari wilayah barat hingga timur.

Perkembangan rempah-rempah dari masa ke masa

Kalau pada masa dahulu rempah-rempah menjadi alasan utama pihak Eropa ingin menjajah Indonesia, disebabkan banyaknya  manfaat rempah-rempah sebagai penghangat dan pengawet makanan. Selain karena harganya yang mahal, memiliki rempah-rempah juga menjadi simbol kejayaan seorang raja pada masa itu. Bangsa Eropa kemudian saling bersaing menemukan daerah penghasil rempah-rempah. Bahkan mereka rela tumpah darah demi menguasai rempah-rempah.

Tergiur tingginya harga rempah di pasaran dunia, sejak abad 15 Masehi bangsa-bangsa Eropa mulai tergerak mencari wilayah kepulauan penghasil rempah-rempah, hingga kemudian mencapai wilayah Nusantara.

Pencarian cara yang lebih murah untuk mendapatkan rempah-rempah dari Timur mengarah pada Zaman Eksplorasi yang hebat dan penemuan Dunia Baru. Penjelajah Eropa seperti Ferdinand Magellan, Vasco da Gama, dan Bartholomeu Dias memulai perjalanan lautnya yang panjang untuk menemukan jalur laut menuju sumber rempah-rempah.

Christopher Columbus pergi ke barat dari Eropa pada tahun 1492 untuk menemukan jalur laut ke tanah rempah-rempah tetapi menemukan Amerika. Pada 1497 navigator Portugis Vasco da Gama menemukan rute laut di sekitar ujung selatan Afrika, akhirnya mencapai Kozhikode di pantai barat daya India pada 1498. Da Gama kembali dari pelayarannya dengan membawa muatan pala, cengkeh, kayu manis, jahe, dan merica.

Rempah-rempah merupakan sumber daya alam yang berharga sejak zaman dulu. Karena tidak semua wilayah dapat menghasilkan rempah-rempah yang sesuai dengan kebutuhan mereka, sekelompok orang atau bahkan suatu negara yang mempunyai kemampuan untuk menjelajah tempat yang jauh, sering kali melakukan perjalanan dengan maksud untuk mendapatkan sumber daya alam yang mereka butuhkan. Bahkan menurut sejarahnya, tidak jarang peperangan yang terjadi bermula dari berebut kekuasaan terhadap suatu wilayah guna mendapatkan sumber daya alam yang berada di tempat yang ingin mereka kuasai. Dengan alasan dari peperangan disini adalah tentang bagaimana mereka ingin menguasai pasar dagang akan rempah-rempah tersebut.

Hanya saja perkembangan zaman sudah semakin modern, banyak olahan rempah-rempahan yang bisa kita dapatkan secara instan, dan banyak perusahaan yang mengelola rempah-rempah menjadi salah satu bumbu dapur yang praktis digunakan.

Dari ini semua kita bisa mengutip peran penting perkembangan rempah-rempah dari masa ke masa, hingga terjaga sampai kini dan manfaatnya yang sangat luar biasa.

spices1

Manfaat penting rempah-rempah

Kalau bercerita tentang rempah-rempahan, pasti yang ada dipikirkan kita bumbu masak. Sejenis  jahe, kunyit, lengkuas, serai, kayu manis, dan beberapa bahan dapur lainnya.

Apa sih manfaat penting rempah-rempah? Apakah fungsinya begitu penting?

Manfaat penting rempah-rempahan salah satunya untuk memberikan cita rasa pada makanan, memberikan aroma sedap pada makanan, memberikan rasa segar dan kelezatan pada makanan. Selain itu semua rempah-rempah juga berfungsi sebagai pengawet makanan, pemberi warna pada makanan itu sendiri.

Bukan itu saja loh, rempah-rempah juga sangat bermanfaat untuk tubuh manusia.

Manfaat rempah-rempah bagi tubuh manusia diantaranya adalah.

  1. Jahe.

Jahe merupakan  bumbu dapur yang tidak boleh ditinggalkan, selain aromanya yang harum ketika dicium, dan rasanya yang sedikit-sedikit pedas. Jahe juga dikenal  sebagai tanaman herbal. Anda bisa membakarnya lalu digeprek dan dicampurkan ke dalam segelas air hangat. Diminum ketika hujan turun atau saat masuk angin akan membuat tubuh terasa hangat.

Masyarakat Indonesia juga menggunakan jahe untuk meningkatkan nafsu makan, mencegah mual, dan membantu meringankan reumatisme.

Jahe yang ditumbuk juga dapat digunakan untuk meringankan rasa gatal dan mengobati luka. Campuran jahe dengan garam dapat digunakan untuk penangkal racun dari gigitan ular.

  1. Kunyit

Kunyit (Curcuma domestica) merupakan jenis tanaman yang telah digunakan sejak lama di Indonesia. Ribuan tahun lalu masyarakat telah menggunakan kunyit sebagai bahan memasak.

Kunyit memiliki fungsi sebagai pewarna alami, yaitu warna kuning. Sebagai salah satu bahan untuk membuat jamu, manfaat kunyit memiliki khasiat antibakteri, antijamur, dan antivirus. Kunyit memiliki kandungan senyawa kimia curcumin yang memiliki khasiat untuk meredakan inflamasi, seperti bengkak dan nyeri.

Pengolahan kunyit yang paling terkenal adalah jamu kunyit asam. Ramuan kunyit asam terdiri atas kunyit, asam, dan gula jawa. Masyarakat mengkonsumsi kunyit asam dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak sedang sakit.

Jamu ini dipercaya memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan lambung. Jamu kunyit asam juga biasa dikonsumsi oleh perempuan saat masa menstruasi. Kandungan curcumin membantu meredakan nyeri.

Kunyit juga memiliki manfaat melancarkan pencernaan, terutama di usus besar, sehingga pencernaan akan tetap sehat.

  1.  Pala

Pala (Myristica fragrans) merupakan tanaman yang bermanfaat untuk menambah cita rasa. Buah pala biasanya diolah menjadi manisan, sementara bijinya digunakan sebagai bumbu dalam masakan.

Selain sedap sebagai bumbu masakan, rempah-rempah ini mengandung minyak atsiri yang menjadi komponen campuran untuk parfum dan sabun.

Untuk kesehatan, biji pala juga dapat membantu meredakan masuk angin, gangguan pencernaan, dan sakit perut. Biji pala juga dapat digunakan untuk membantu menghentikan diare.

Terdapat senyawa bernama myristicin di dalam biji pala yang dapat membantu memperbaiki daya ingat dengan cara merangsang saraf di dalam otak. Selain itu, senyawa yang terkandung dalam biji pala dapat membantu memperbaiki kemampuan konsentrasi.

Biji pala juga memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Sifat antibakteri yang dimiliki biji pala dapat membantu untuk membunuh bakteri berbahaya di dalam mulut, sehingga mencegah kerusakan pada gigi serta mencegah dan mengatasi bau mulut. Ramuan yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah parutan biji pala yang dicampur dengan minyak oregano.

  1. Kayu manis

Kayu manis (Cinnamomum zeylanicum) memiliki fungsi untuk menambah cita rasa dan kesegaran pada minuman. Kayu manis juga dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit kulit dan infeksi.

Aroma wangi pada kayu manis dapat menghilangkan bau badan serta mengangkat sel kulit mati dan merangsang pertumbuhan sel kulit baru. Efek dari aroma kayu manis dapat menenangkan dan meredakan rasa lelah.

Manfaat lain dari kayu manis adalah sebagai antijamur, anti radang, dan antiseptik. Kayu manis dapat meredakan diare, pilek dan flu, sakit perut, hipertensi, kehilangan nafsu makan, dan bronkitis.

  1. Wijen

Wijen biasanya diolah untuk salah satu komponen penting minyak nabati dengan mengekstrak bijinya. Wijen juga menjadi bahan penting untuk menghias onde-onde dan makanan lainnya supaya terlihat cantik dan bercita rasa gurih.

  1. Cengkeh

Siapa yang tidak kenal cengkih atau cengkeh? Tanaman ini sangat diburu oleh bangsa eropa ketika menjajah Indonesia dahulu karena memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai desinfektan, analgesik, hingga anestetik untuk gigi berlubang, dan tentu saja sebagai bumbu masakan yang begitu lezat.

Rempah dengan nama latin Syzgium aromatica ini memiliki khasiat untuk membantu menghentikan diare, meredakan sakit perut, dan rasa mual. Terdapat ramuan yang memiliki banyak manfaat, yaitu campuran antara cengkeh dan air lemon.

Cengkeh memiliki sifat sebagai antioksidan, antiseptik, bius lokal, dan antiinflamasi. Cengkeh mengandung minyak esensial seperti eugenol yang memiliki sifat anestesi dan antiseptik. Campuran antara air jeruk lemon dan cengkeh memiliki khasiat untuk menyembuhkan sakit gigi, mengurangi nyeri otot dan rematik.

Selain itu, campuran tersebut juga dapat meregenerasi tubuh saat mengalami kelelahan. Jika mengonsumsi cengkih atau campuran cengkeh dan air lemon, ramuan itu dapat membantu untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

  1.  Biji adas

Biji adas atau fennel (Foeniculum vulgare) merupakan tanaman yang memiliki khasiat untuk mengatur tekanan darah. Biji adas dapat meningkatkan kandungan produksi nitrit dalam air liur sehingga dapat membantu menjaga tingkat tekanan darah tetap stabil.

Selain itu, biji adas juga kaya akan sumber potasium yang berkhasiat untuk menjaga keseimbangan kadar air dalam tubuh. Apabila biji adas dikonsumsi setelah makan, itu berkhasiat mencegah gangguan pencernaan dan beragam masalah perut. Kandungan serat, asam amino, dan histidin yang dimilikinya juga dapat membantu mengobati diare, sembelit, ambeien, dan sebagainya.

  1. Kemiri

Bahan bumbu dapur yang dikenal sebagai salah satu bumbu untuk menyedapkan berbagai masakan. Selain itu, kemiri juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, mulai dari menyuburkan rambut hingga menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung.

  1. Serai

Serai merupakan tanaman rumput-rumputan yang memiliki manfaat yang beragam. Tanaman ini bahkan tidak pernah absen dari dapur karena bisa digunakan sebagai bumbu untuk berbagai jenis masakan. Serai bahkan bisa untuk mengusir nyamuk, sama seperti lavender.

Manfaat Serai untuk Kesehatan Ada beberapa manfaat serai seperti meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi kolesterol dalam darah, meningkatkan kualitas tidur, dan menghilangkan rasa sakit. Minyak atsiri dari bahan serai ini bisa mengusir nyamuk, menyegarkan udara, dan mengurangi stress.

  1.  Kencur

Rempah-rempah ini selalu memiliki tempat khusus di dapur, mendampingi kunyit hingga jahe karena memiliki banyak manfaat. Biasanya, jika digunakan untuk racikan jamu, kencur akan bekerja sama dengan beras yang ditumbuk halus sehingga dinamakan beras kencur.

Khasiat untuk kesehatan sangat banyak. Kencur bisa menambah nafsu makan, mengobati peradangan pencernaan, hingga memberikan sensasi ketenangan dalam tubuh.

Selain itu, kencur bermanfaat untuk meredakan demam, encok, sakit perut, dan bengkak. Ramuan yang terdiri atas kencur, serai, dan garam dapat digunakan untuk mengobati bengkak. Kencur juga digunakan masyarakat Indonesia untuk meredakan batuk.

Ramuan kencur, beras, gula, garam, dan buah asam merupakan salah satu jamu yang populer seperti kunyit asam. Jamu ini biasa disebut beras kencur. Selain untuk meredakan batuk, jamu beras kencur juga memiliki fungsi untuk menambah nafsu makan sehingga jamu ini juga sering dikonsumsi oleh anak-anak.

  1. Lengkuas

Lengkuas merupakan salah satu tanaman yang telah digunakan di dunia pengobatan sejak sekitar abad ke-6. Tanaman ini masuk ke Indonesia pertama kali di daerah Palembang, Sumatera Selatan.

Lengkuas diolah dalam bentuk jamu yang disebut kudu laos. Jamu ini memiliki fungsi untuk masalah lambung, masuk angin, dan untuk meningkatkan nafsu makan. Ramuan kudu laos terdiri atas bawang putih, mengkudu, merica putih, buah asam, gula pasir, gula jawa, dan garam.

Selain itu, terdapat juga ramuan yang terdiri atas lengkuas, daun lengkuas, dan merica putih. Manfaat dari ramuan ini baik digunakan untuk orang yang memiliki masalah kulit seperti herpes.

  1.  Bunga Lawang

Bunga lawang disebut juga sebagai star anise karena bentuknya yang mirip bintang. Aromanya begitu khas dan memberikan rasa sedap dalam masakan. Biasanya, bunga lawang digunakan sebagai komponen tambahan untuk menyeduh teh.

Bunga lawang hampir tidak mengandung makronutrien (karbohidrat, lemak, protein) maupun mikronutrien (vitamin dan mineral). Meski begitu, rempah ini mengandung banyak sekali senyawa bioaktif yang bermanfaat untuk tubuh, seperti tanin, anetol, linalool, limonene, flavonoid, seperti quercetin, kaempferol, dan antosianin, asam shikimat (shikimic acid) serta asam galat.

Senyawa-senyawa ini sudah banyak terbukti memiliki manfaat untuk kesehatan. Melihat banyaknya senyawa bioaktif yang terkandung pada bunga lawang, tidak heran bila rempah ini dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan.

  1. Lada

Merica atau lada memiliki khasiat utama untuk menghangatkan. Selain itu dapat membunuh parasit dan membantu membuang gas dalam tubuh. Terdapat dua jenis merica, yaitu merica putih dan merica hitam.

Khasiat dari merica putih adalah membantu memperlancar keluarnya urine. Merica putih juga dapat mengatasi gangguan penyakit kulit, seperti kusta dan eksim. Sementara itu, merica hitam memiliki fungsi untuk mengeluarkan dahak, memperlancar peredaran darah, dan menangani reumatisme atau encok.

Merica juga memiliki manfaat bagi otak. Mengkonsumsi merica hitam dapat membantu untuk menurunkan risiko penyakit Alzheimer (penyakit yang ditandai oleh penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku yang disebabkan oleh gangguan di dalam otak).